Tampilkan postingan dengan label Teknologi Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Informasi. Tampilkan semua postingan

PANDI Buka Pendaftaran Registrar Baru

04.21 Add Comment
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mulai Februari 2016 ini membuka pendaftaran bagi registrar baru. 

Berbeda dengan sistem pendaftaran registrar empat tahun silam yang menggunakan sistem beauty contest, saat ini PANDI memilih menggunakan sistem akreditasi.

“Kami mengadopsi sistem yang digunakan ICANN dalam melakukan akreditasi registrar baru,“ kata Ketua Umum PANDI, Andi Budimansyah dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Selasa (2/2/2016).

Dengan model akreditasi, maka menurut Andi, perusahaan yang berminat menjadi registrar dapat mengajukan diri setiap saat. Pendaftaran registrar baru ini terbuka untuk seluruh perusahaan Indonesia yang memenuhi syarat. 

“Sesuai aturan perundangan, registrar nama domain .ID harus perusahaan Indonesia,” tegas Andi. 

Untuk bisa menjadi registrar, perusahaan tersebut harus memenuhi semua persyaratan dan mengisi formulir permohonan yang ada dihttp://registrar.pandi.id.

Pembukaan pendaftaran registrar ini merupakan pertama kalinya sejak PANDI menyerahkan fungsi pendaftaran nama domain .ID kepada registrar di 2012. Sebelum 2012, PANDI merangkap sebagai registri sekaligus registrar nama domain .ID. 

Registri merupakan pengelola nama domain yang mengatur kebijakan pendaftaran nama domain, mengatur sistem nama domain secara teknis, dan menyelesaikan perselisihan nama domain. 

Sementara Registrar merupakan pengelola nama domain yang bertugas menerima pendaftaran nama domain dan mengaktifkan nama domain yang telah didaftarkan.

Sumber : Kompas.com

Peneliti Beberkan Cara Mudah Membobol Akun Facebook

04.03 Add Comment

Ketika lupa password, seorang pengguna Facebook bisa mengunjungi laman khusus di alamat recovery yang disediakan. Facebook akan mengirim kode verifikasi 6 digit untuk me-resetpassword ke alamat e-mail atau nomor ponsel yang dimasukkan pengguna. 

Kode verifikasi ini sangat sulit dijebol karena Facebook akan memblokir akses apabila pengguna salah memasukkan kode sebanyak lebih dari 10 kali.

Namun, seperti dirangkum KompasTekno dari Cnet, Kamis (10/3/2016), seorang peneliti komputer dan pemburu bug asal India bernama Anand Prakash menemukan bahwa hal di atas ternyata hanya berlaku untuk domain utama Facebook di alamat www.Facebook.com.

Menurut Prakash, laman beta Facebook di domain beta.Facebook.com dan mbasic.beta.Facebook.com ternyata tidak dilengkapi proteksi serupa.

Prakash pun mencoba menjebol akunnya sendiri menggunakan teknikbrute force dan berhasil. Dia me-reset password dan membuat kata kunci baru.

"Selanjutnya, saya bisa menggunakan kata kunci baru tersebut untuklog in ke dalam akun," tulis Prakash dalam sebuah posting berisi penjelasan teknik hacking itu di dalam blog miliknya.

Teknik brute force macam ini terbilang enteng untuk hacker karena hampir semua peretas berpengalaman mampu melakukannya. 

Diganjar Rp 200 juta

Kelemahan fatal seperti yang ditemukan oleh Prakesh bisa berakibat luar biasa buat Facebook. Bayangkan, Prakash atau hacker bisa dengan mudah memperoleh akses penuh terhadap akun Facebook seseorang. 

Ini termasuk pesan-pesan pribadi, foto, bahkan informasi kartu kredit atau debit yang tersimpan di dalam opsi pembayaran Facebook.

Untunglah, peneliti komputer tersebut tak berniat buruk.

Prakash melaporkan temuannya kepada Facebook pada 22 Februari lalu. Pihak pengelola jejaring sosial itu bereaksi cepat dan langsung menambal lubang keamanan sesuai laporan.

Prakash pun diganjar hadiah uang senilai 15.000 dollar AS atau hampir Rp 200 juta atas jasanya menemukan risiko sekuriti sebelum sempat dieksploitasi oleh hacker jahat.

"Hai Anand, setelah me-Review masalah yang Anda laporkan, kami memutuskan untuk memberi hadiah 15.000 dollar AS yang akan disalurkan lewat bugbountypayments.com," tulis Facebook kepada Prakash lewat sebuah pesan.

Pemberian hadiah bagi penemu celah keamanan merupakan praktik wajar di kalangan raksasa-raksasa teknologi Silicon Valley. Selain Facebook, Microsoft dan Google juga melakukan hal serupa.
Sumber : http://tekno.kompas.com/

Semudah Inikah Hacker Membobol Akun Facebook?

04.01 Add Comment

Ketika lupa password, seorang pengguna Facebook bisa mengunjungi laman khusus di alamat recovery yang disediakan. Facebook akan mengirim kode verifikasi 6 digit untuk me-reset password ke alamat e-mail atau nomor ponsel yang dimasukkan pengguna. 

Kode verifikasi ini sangat sulit dijebol karena Facebook akan memblokir akses apabila pengguna salah memasukkan kode sebanyak lebih dari 10 kali.

Namun, seperti dirangkum Nextren dari Cnet, Jumat (11/3/2016), seorang peneliti komputer dan pemburu bugasal India bernama Anand Prakash menemukan bahwa hal di atas ternyata hanya berlaku untuk domain utama Facebook di alamat www.facebook.com.

Menurut Prakash sang "hacker putih", laman beta Facebook di domain beta.facebook.com dan mbasic.beta.facebook.comternyata tidak dilengkapi proteksi serupa.

Prakash pun mencoba menjebol akunnya sendiri menggunakan teknik brute force dan berhasil. Dia me-reset password dan membuat kata kunci baru.

"Selanjutnya, saya bisa menggunakan kata kunci baru tersebut untuk log in ke dalam akun," tulis Prakash dalam sebuah posting berisi penjelasan teknik hacking itu di dalam blog miliknya.

Teknik brute force macam ini terbilang enteng untuk hackerkarena hampir semua peretas berpengalaman mampu melakukannya. 

Diganjar Rp 200 juta

Kelemahan fatal seperti yang ditemukan oleh Prakesh bisa berakibat luar biasa buat Facebook. Bayangkan, Prakash atauhacker bisa dengan mudah memperoleh akses penuh terhadap akun Facebook seseorang. 

Ini termasuk pesan-pesan pribadi, foto, bahkan informasi kartu kredit atau debit yang tersimpan di dalam opsi pembayaran Facebook.

Untunglah, peneliti komputer tersebut tak berniat buruk.

Prakash melaporkan temuannya kepada Facebook pada 22 Februari lalu. Pihak pengelola jejaring sosial itu bereaksi cepat dan langsung menambal lubang keamanan sesuai laporan.

Prakash pun diganjar hadiah uang senilai 15.000 dollar AS atau hampir Rp 200 juta atas jasanya menemukan risiko sekuriti sebelum sempat dieksploitasi oleh hacker jahat.

"Hai Anand, setelah me-review masalah yang Anda laporkan, kami memutuskan untuk memberi hadiah 15.000 dollar AS yang akan disalurkan lewat bugbountypayments.com," tulis Facebook kepada Prakash lewat sebuah pesan.

Pemberian hadiah bagi penemu celah keamanan merupakan praktik wajar di kalangan raksasa-raksasa teknologi Silicon Valley. Selain Facebook, Microsoft dan Google juga melakukan hal serupa.
Sumber : nextren.com

Singapura Punya 4G LTE Terkencang, Bagaimana dengan Indonesia?

03.58 Add Comment

OpenSignal, lembaga riset operator mobile di seluruh dunia, membuat survei kecepatan dan jangkauan koneksi internet 4G LTE di berbagai negara. Hasilnya, Singapura menjadi negara dengan kecepatan 4G LTE tertinggi.

Negara semenanjung itu menurut survei OpenSignal, seperti dikutip KompasTekno dari situs resminya, Minggu (7/2/2016), memiliki kecepatan download rata-rata 37 Mbps. 

Dua operator seluler Singapura, SingTel dan StarHub menjadi penguasa layanan 4G LTE di negara itu. Sementara operator lain, M1 berada di posisi ketiga.

SingTel memiliki kecepatan download hingga 40 Mbps, dengan jangakuan jaringan 4G hingga 86 persen. Pesaingnya, StarHub memiliki kecepatan download puncak 39 Mbps dengan jangkauan 79 persen.

Sementara operator M1 memiliki kecepatan download hingga 29 Mbps dengan jangkauan jaringan 4G mencapai 89 persen.

OpenSignal mencatat, setahun yang lalu, kecepatan 20 Mbps sudah terlihat memuaskan. Namun di tahun ini, sudah ada 15 negara dan 52 operator yang memberikan kecepatan download lebih dari 20 Mbps.

Indonesia belum masuk ke dalam survei OpenSignal, kemungkinan karena proses refarming jaringan 4G LTE di Indonesia yang baru selesai pada akhir tahun 2015 lalu.

OpenSignal mengoleksi data dari jutaan smartphone yang memasang aplikasinya. Untuk survei ini, OpenSignal mengambil data dari ratusan ribu pengguna aplikasinya yang memiliki ponsel 4G LTE dan terhubung dengan koneksi 4G LTE operator. 

Data dikumpulkan dalam periode Oktober hingga Desember 2015.
Sumber : nextren.com

Benarkah Penemu Teknologi 4G LTE Orang Indonesia?

03.57 Add Comment

Menjelang akhir 2014, sempat mencuat kabar bahwa penemu teknologi seluler generasi terbaru, 4G Long Term Evolution (LTE), tak lain adalah seorang Indonesia bernama Khoirul Anwar. 

Bergelar Doktor, Khioirul dikenal sebagai salah satu diaspora yang sukses mengembangkan teknologi komunikasi di sebuah universitas di Jepang. 

Namun benarkah pemberitaan yang menyebutkan bahwa ia merupakan penemu 4G LTE? 

Dua orang perwakilan Indonesia di 3rd Generation Partnership Project (3GPP), badan internasional yang menentukan standarisasi teknologi komunikasi, punya pendapat sebaliknya.

Melalui sebuah keterangan tertulis kepada KompasTekno, kedua orang dimaksud, Dr. Basuki Priyanto, Master Researcher di Sony Mobile Communications AB dan Dr. Eko Onggosanusi, Direktur Riset SamsungResearch Amerika, menjelaskan bahwa standar 4G LTE sesungguhnya dibuat dan dirumuskan bersama oleh para anggota 3GPP.

Perjalanan panjang 4G LTE

Member dari 3GPP mencakup hampir semua pelaku industri terkait, termasuk berbagai vendor seperti Ericsson, Huawei, Samsung, Nokia, dan Sony, juga para operator macam NTT Docomo, Vodafone, dan AT&T.

Penetapan standar 4G LTE memerlukan proses yang panjang, berawal dari fase studi kelayakan pada 2005 sebelum berlanjut ke fase perumusan. 

Dalam prosesnya, para anggota 3GPP mengusulkan ide dan proposal masing-masing serta mendiskusikannya bersama-sama untuk membahas berbagai hal seperti kompleksitas dan performa. 

Umumnya, ide atau proposal yang diajukan sudah terproteksi dalam bentuk paten sebelum dilempar ke forum. Bentuk akhir dari tiap fitur yang diputuskan bersama adalah hasl dari gabungan (sintesis) beberapa proposal yang diakui kompetitif.

“Jarang sekali ada proposal tunggal dari satu perusahaan yang diadopsi tanpa modifikasi (as is). Keputusan ini diambil melalui proses konsensus (musyawarah),” tulis Basuki dan Eko dalam keterangannya.

Akhirnya, saat standar dokumen (spesifikasi) sudah disetujui dan diresmikan, maka semua vendor telekomunikasi akan menyesuaikan produknya dengan standar tersebut. Hal inilah yang memungkinkan produk 4G LTE berlaku standar dan bisa digunakan di seluruh dunia.

Siapa penemunya?

Sebagai badan standarisasi, 3GPP hanya memuat komponen yang esensial di dalam spesifikasi, misalnya OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing, metoda modulasi untuk koneksi base-station kehandset) 4G LTE diformulasikan sebagai penjumlahan sinusoid dengan frekuensi berbeda-beda. 

Kombinasi dari OFDM dengan teknik FFT (Fast Fourier Modulation) melahirkan Single Carrier-Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA) yang lebih efisien daya, dalam hal pemancaran sinyal darihandset ke base station.

Khoirul Anwar merupakan penemu dan pemegang paten teknologi pemancar yang menggunakan konsep dua FFT, untuk dipakai pada metode SC-FDMA, dalam proses uplink 4G LTE. 

Namun, spesifikasi LTE tidak mengharuskan vendor memakai skema FFT ataupun skema FFT tertentu, karena FFT bisa diimplementasikan dengan berbagai cara. Salah satu tujuannya adalah memberikan kebebasan kompetitif kepada para vendor untuk menggunakan skema milik sendiri dalam produknya.

“Jadi, seorang penemu skema FFT yang berbeda dari sebelumnya tidak bisa mengklaim bahwa penemuannya telah atau akan dipakai untuk LTE,” lanjut Basuki dan Eko.

Khoirul menemukan satu teknik dari banyak teknik lainnya yang bisa dipakai untuk mengimplementasikan satu (di antara beberapa) komponen dari OFDM yang dideskripsikan di dalam spesifikasi LTE.

Adapun “Teknologi 4G LTE” adalah hasil sintesis dari spesifikasi yang dirumuskan bersama oleh para pelaku industri dalam forum 3GPP.  Di dalamnya terdapat ribuan komponen penting yang saling terkait. 

Jadi, menurut Eko dan Basuki, dapat dikatakan bahwa tak mungkin seseorang atau bahkan satu institusi bisa mengklaim sebagai penemu 4G LTE.

Dalam sebuah posting yang diunggah pada 24 Desember 2014 dalam blog pribadinya, Khoirul sendiri sudah pernah menampik sebutan “penemu 4G LTE” yang dilekatkan pada dirinya oleh sejumlah pihak.

“Di dalam buku PABXII (Penghargaan Achmad Bakrie) saya tidak menulis sebagai penemu 4G LTE karena 4G LTE sendiri seharusnya memang tidak ditemukan, melainkan disepakati. Forumlah yang menyepakati teknik tertentu untuk dipakai atau tidak dipakai dalam sebuah standar,” ujar Khoirul.

Sumber : Kompas.com